KASI
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT KOMUNIKASI HANDPHONE TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DI SMA NEGERI 2 SAMALANGA
Faisal
Sekolah Tinggi Ilmu Qur`an (STIQ)
Darussalam Lhokseumawe
Email: faisalfais92@gmail.com
ABSTRACT
The
effect of the use of mobile communication tools (HP) on learning activities and
the intended influence is the negative and positive influence of the use of
communication tools on high school students. Learning is a process activity and
is a very basic element in every organization and level of education. In
addition, learning is a process, learning is not a goal but a process to
achieve goals. Often in the learning process there are obstacles to achieving
the desired goals. The development of information and communication technology
has been so fast that without us realizing it has affected every aspect of
human life. The purpose of this study is to determine the mindset and behavior
due to the influence of using cellphones and to introduce the use of cellphones
to form a new identity for today's students or not. This study was conducted to
determine the effect and benefits of using mobile phones on student learning
activities at SMA Negeri 2 Samalanga.
ABSTRAK
Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (HP) terhadap aktivitas belajar dan pengaruh yang dimaksud di sini adalah pengaruh negatif dan positif dari penggunaan alat komunikasi handphone terhadap pelajar SMA. Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Di samping itu Belajar adalah suatu proses, belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan. Sering sekali dalam proses belajar tersebut terdapat hambatan untuk mencapai tujuan diinginkan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah sedemikian cepat sehingga tanpa kita sadari sudah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola pikir dan perilaku akibat pengaruh penggunaan handphone dan untuk mengidentifikasi penggunaan handphone akan membentuk indentitas baru siswa masa kini atau tidak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan manfaat terhadap pengunaan handphone terhadap aktivitas belajar siswa SMA Negeri 2 Samalanga.
PENDAHULUAN
Handphone merupakan sebuah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai
kemampuan dasar secara konvensional yang mudah dibawa dan tidak perlu
disambungkan dengan jaringan telepon dengan menggunakan suatu kabel. Handphone
telah menjadi peralatan komunikasi yang sangat penting dan mudah dalam
mengunakannya.
Suatu titik
terang yang bermula pada suatu kesederhanaan pada kehidupan manusia, telah
menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan yang
bernama Teknologi. Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari
teknologi. Konsumsi masyarakat akan teknologi menjadikan dunia teknologi
semakin lama semakin canggih komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama
dalam penyampaiannya kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat dekat dan
tanpa jarak.
Awalnya,
teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Lahir dari
pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya yang
kemudian diterapkan dalam kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan
semakin maju seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi pengalihan
fungsi teknologi. Contohnya pada salah satu fasilitas canggih pada masa ini
yang akan dibahas yaitu mengenai telepon genggam yang lebih dikenal dengan
sebutan handphone.
Indonesia merupakan negara yang
memiliki berbagai kebudayaan daerah yang seiring dengan kemajuan teknologi saat
ini akan berpengaruh besar terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut
masyarakat baik perkotaan maupun pedesaan. Namun sebagai negara yang berkembang
dan ingin maju maka jalan satu-satunya ialah melakukan modernisasi dan
pembangunan serta menghabisi tradisi.
Kemajuan teknologi seperti televisi,
handphone, laptop, bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat yang hidup di
perkotaan namun dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa.
Masyarakat yang dulu begitu kental dengan kebudayaan mereka kini sedikit demi
sedikit semakin hilang seperti pada masyarakat. Maka dari itu kita sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan
ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya sendiri. Rasa ingin tahu,
maka diini memaksa manusia
perlu berkomunikasi.
Komunikasi sudah
merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas.
Sepanjang manusia ingin hidup maka ia perlu berkomunikasi dengan orang lain.
Oleh karena itu banyak pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan
yang sangat fundamental bagi seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.[1] Perkembangan dan teknologi informasi
komunikasi yang canggih sudah sedemikian cepat, sehingga tanpa sadari sudah
mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Dewasa ini produk teknologi sudah
menjadi kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan aktivitas kehidupan, seperti
penggunaan televisi, telepon facsimile, celluler phone, dan
internet sudah bukan menjadi hal yang aneh ataupun baru lagi, khususnya di desa
atau kota-kota besar.
Samping alat komunikasi handphone memberikan manfaat, handphone
juga mempunyai aspek yang merugikan bagi kehidupan pelajar. Apabila
dicermati handphone bukan lagi alat komunikasi yang dimiliki oleh orang
tua dan orang dewasa saja akan tetapi handphone tersebut sudah
menjelajahi di kalangan anak-anak khususnya para pelajar. Tidak jarang dijumpai
para siswa membawa handphone saat pergi ke sekolah pesantren dan sering
juga dijumpai siswa ngobrol dan berbincang dengan menggunakan handphone sampai
bermenit-menit bahkan sampai berjam-jam, salah satu sebabnya dikarenakan biaya
menelpon cukup murah yang ditawarkan oleh operator telepon dan hal tersebut
bisa saja akan mengganggu aktivitas belajar siswa.
Sebagian orang tua merasa bangga, karena
mempunyai anak yang tidak ketinggalan zaman. Tantangan dunia pendidikan adalah
etika, etika moral seorang siswa, hal ini tercermin dari ditemukannya beberapa handphone
siswa yang berisikan video porno, hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran siswa
akan moral. Kini penggaruh terhadap alat komunikasi seperti handphone
adalah suatu alat untuk berkomunikasi, disamping itu siswa sebagian salah
mempergunakan, terkadang handphone
dapat mengganggu atau memiliki beberapa hal negatif diantaranya tempat untuk
menyimpan gambar-gambar porno, atau menggunakan handphone saat tengah
diadakan proses belajar yang dapat mengganggu siswa atau perhatian dan minat
mereka dalam belajar menjadi berkurang di karenakan mereka lebih sibuk untuk
saling berkiriman pesan, maka disini sangat terpenggaruh terhadap aktivitas
pelajar.
METODE PENELITIAN
Dalam
penulisan karya ilmiyah ini, penulis menggunakan penelitian secara kualitatif
yaitu suatu penelitian yang melampaui berbagai tahapan berpikir kritis ilmiah,
yang mana seorang peneliti berfikir secara induktif, yaitu menangkap berbagai
fakta atau fenomena-fenomena sosial, melalui pengamatan dilapangan, kemudian
penulis menganalisis serta melakukan teorisasi berdasarkan apa yang diamati
dilapangan.[2]
Metode yang digunakan dalam
pembahasan tesis ini adalah metode deskriptif artinya data yang di analisis dan
hasil analisisnya berbentuk deskripsi dan tidak berupa angka-angka. Sedangakan
kualitatif instrumen atau alat penelitian itu sendiri terjun lansung kelapangan
dengan penguasaan wawasan terhadap bidang yang di teleti. Dalam peneliti
kualitatif,[3]
segala sesuatu yang akan dicari dalam objek penelitian belum jelas dan belum
pasti masalahnya, sumber data dan hasil yang diharapkan pun belum jelas.
Penelitian ini merupakan jenis riset kepustakaan (library
research). Apa yang disebut dengan riset kepustakaan atau sering juga
disebut studi pustaka, ialah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode
pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian.[4]
Dari penjelasan dapat dipahami bahwa penelitian kepustakaan tidak hanya
kegiatan membaca dan mencatat data-data yang telah dikumpulkan. Tetapi lebih
dari itu, peneliti harus mampu mengolah data yang telah terkumpul dengan
tahap-tahap penelitian kepustakaan.
Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, bahwa sumber
data tidak melulu bisa didapat dari lapangan. Adakalanya sumber data hanya bisa
didapat dari perpustakaan atau dokumen-dokumen lain dalam bentuk tulisan, baik
dari jornal, buku maupun literatur yang lain. Kedua, studi kepustakaan
diperlukan sebagai salah satu cara untuk memahami gejala-gejala baru yang
terjadi yang belum dapat dipahami, kemudian dengan studi kepustakaan ini akan
dapat dipahami gejala tersebut. Sehingga dalam mengatasi suatu gejala yang
terjadi penulis dapat merumuskan konsep untuk menyelasaikan suatu permasalahan
yang muncul. Alasan ketiga ialah data pustaka tetap andal untuk menjawab
persoalan penelitinya.[5]
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penggaruh Alat Komunikasi
Handphone merupakan alat komunikasi
yang banyak ditemukan dalam segala aspek kehidupan dewasa ini. Banyak
bergantung pada handphone sebagai alat komunikasi utama. Namun sebagai alat
komunikasi, handphone mempunyai banyak hambatan seperti penelepon yang bertele-tele,
gangguan jaringan, pesan yang tidak terkirim dan terjawab, dan akhirnya banyak
kekecewaan. Kesalahan komunikasi yang sering terjadi menyebabkan bahwa
handphone bukanlah alat yang sempurna, karena di situ banyak menilbulkan
pengaruh dan efek.
Dengan perkembangan teknologi
komunikasi berkembang terlalu pesat. Negaranegara Asia, seperti Korea dan Cina
telah mampu menemukan penemuan baru dalam bidang teknologi komunikasi, termasuk
dengan teknologi handphone. Pada mulanya dibuat untuk memudahkan orang-orang
berkomunikasi dimana saja, namun ketika masyarakat yang bergerak cepat karena
dapat menggunakan teknologi komunikasi yang begitu mudah, menyebabkan
masyarakat semakin jauh secara emosional. Keinginannya kembali melakukan
komunikasi yang lebih berkualitas disebabkan karena mutasi manusia yang semakin
luas menyebabkan masyarakat membutuhkan alat komunikasi yang handal yang
menyediakan video, gambar-gambar, bahkan sekarang mampu mentransmisikan enam
media, seperti teks, grafik, suara, musik, animasi dan video dimana saja dan
kapan saja.
Maka efek Handphone merupakan
salah satu teknologi informasi yang berkembang pesat di lingkungan masyarakat
saat ini. Teknologi HP kini telah menggunakan gelombang elektro magnetik (Gem)
sebagai media transmisi data yang lebih praktis. Dalam ruang hampa, gelombang
ini merambat dengan kecepatan 3 x 108 m/s. Tubuh manusia akan tersinari oleh
berbagai frekuensi gelombang magnetik yang kompleks. Gangguan ini umumnya
disebabkan oleh radiasi elektromagnetik yang berasal dari jaringan listrik
tegangan tinggi atau ekstra tinggi, peralatan elektronik di rumah, di kantor
maupun industri. Termasuk telepon seluler (ponsel) maupun microwave oven,
ternyata sangat potensial menimbulkan berbagai keluhan tersebut.[6]
Hal
inilah yang menyebabkan penulis merasa prihatin sehingga ikut berpartisipasi
dalam sosialisasi dampak negatif radiasi HP terhadap kesehatan apalagi bagi
pelajar yang mengunkannya. Partisipasi ini dilakukan dalam wujud penulisan
karya tulis. Dengan penulisan karya tulis ini dapat mengungkapkan pengaruh pengunaan
alat komunikasi terhadap aktivitas belajar.
1.
Pengaruh
Radiasi HP Terhadap Kesehatan Reproduksi
Gelombang
elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich Hertz. Gelombang elektromagnetik
termasuk gelombang transversal. Gelombang elektromagnetik dapat bersifat
seperti gelombang atau seperti partikel. Gelombang, dicirikan oleh kecepatan
(kecepatan cahaya panjang gelombang dan frekuensi yang cepat. Jika
dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai foton, dan masing-masing
mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh
hubungan Planck. Dan banyak kita jumpa pada siswa banyak mengunakan Handphone
pada pemanfaatan gem dalam kehidupan sehari-hari, mereka megangap dem tersebut
sangat berperan penting dalam kehidupannya. Akan tetapi ternyata gem juga
memiliki pengaruh buruk, salah satu dibidang kesehatan reproduksi seperti:
Sperma bisa rusak atau abnormal jika terlalu sering kita mengunakan Handphone
tersebut dan selalu terpapar radiasi ponsel tersebut.[7]
Dan lebih berpengaruh lagi bagi wanita
yang menggunakan HP ketika hamil memiliki kecenderungan bakal melahirkan
anak-anak dengan masalah tingkah lakunya. Wanita hamil yang memakai HP yang
meskipun hanya 2 atau 3 kali dalam sehari, cukup untuk menimbulkan resiko bayi
mereka terkena penyakit hiperaktif dan bisa mengalami kesulitan dalam
pemahaman/proses belajar, emosi dan sosialisasi anak pada saat sekolah.[8]
2.
Sasaran
yang perlu menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh HP
Sasaran
yang perlu menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi Handphone adalah
seluruh lapisan masyarakat mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja,
orangtua, sampai lanjut usia. Karena radiasi Hp akan mempengaruhi dampak
negatif kepada siapa saja khusnya bayi sampai anak-anak bahkan remaja juga
perlu menkondisikannya.[9]
Maka dengan itu menjauhkan HP dari
anak-anak karena otak mereka yang masih muda sangat sensitive terhadap radiasi Handphone
jika terkena cukup lama. Terlebih lagi bayi jauh lebih sensitive lagi bahkan
beberapa tidak bisa menahan. Departemen kesehatan masyarakat Toronto telah
menasehatkan para remaja dan anak-anak keciluntuk membatasi penggunaan ponsel
mereka, dalam rangka menghindari resiko kesehatan yang cukup potensial. Ini
merupakan ebijakan yang pertama di Kanada.[10] Para
penjabat sudah memperingatkan bahwa oleh karena adanya efek samping dari
radiasi frekuensi radio, anak-anak di bawah umur delepan tahun seharusnya
menggunakan telepon selular hanya dalam keadaan darurat, dan para remaja perlu
membatasi panggilan untuk kurang dari 10 menit.
3.
Perlunya
Menjaga Kesehatan Reproduksi Dari Pengaruh Radiasi HP
Sungguh
tragis mendapati bahwa handphone (HP) yang setiap hari dipakai masyarakat untuk
kebutuhannya ternyata memiliki radiasi yang cukup mematikan dalam jangka
panjang jika kita tidak berhati-hati menggunakannya. Yang juga mengejutkan
adalah radiasi HP ternyata juga bisa dipakai untuk mematangkan sebutir telur
seperti microwave.
Maka
di bawah ini untuk membuktikannya, dibutuhkan :
a.
butir
telur dan 2 HP.
b.
65
menit percakapan dari 1 HP ke yang lainnya.
c.
Dimulai
panggilan antara kedua HP selama kurang lebih 65 menit.
d.
15
menit pertama tidak terjadi apa-apa.
e.
Setelah
25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit, telur sudah panas dan setelah 65
menit telur matang.
Jika
radiasi gelombang mikro yang dipancarkan oleh kedua HP mampu memodifikasi
protein dalam telur itu. Maka banyak yang terjadi dengan protein dalam otak
manusi ketika saling bicara melalui HP.
Pengaruh
Handphone Terhadap Aktivitas Belajar
Mengapa
di dalam belajar diperlukan aktivitas hal tersebut dikarenakan prinsip dari
belajar itu sendiri adalah berbuat. Tidak ada belajar kalau tidak ada
aktivitas, mungkin itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip yang sangat
penting di dalam interaksi belajar-mengajar. Di antara ciri-ciri kegiatan
yaitu:
Pertama,
belajar adalah aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang
belajar, baik aktual maupun potensial.
Kedua,
perubahan itu pada dasarnya adalah didapatkannya kemampuan baru yang berlaku
dalam waktu yang relatif lama.
Ketiga,
Perbuatan itu terjadi karena adanya usaha (dengan sengaja), seperti mengunkan
handphone dalam aktivitas belajar. Maka perubahan terhadap tingkah laku yang
aktual atau potensial, yang berarti perubahan tingkah laku siswa yang terjadi perubahan
pesat dalam hasil belajar disebabkan oleh teknologi moderen.
Handphone sangat berpengaruh pada
semangat belajar siswa, dengan ada handphone di kalangan pelajar maka ia tidak
lagi pokus pada pelajaran. Awalnya siswa diberikan handphone oleh orangtuanya
dengan harapan akan berdampak positif seperti:[11]
Pertama,
Handphone sebagai media teknologi komunikasi siswa, mempermudah proses
komunikasi antar sesama, baik dengan teman, guru, orangtua, dan keluarga. Jarak
dan waktu bukan lagi penghalang.
Kedua,
Handphone sebagai sarana hiburan menyajikan berbagai hiburan untuk siapapun,
kapanpun, dimanapun. Hiburan-hiburan ini ada bermacam-macam, antara lain game
dan aplikasi-aplikasi menarik yang bersifat menghibur. Berbagai program hiburan
ini diadakan mengingat hiburan adalah salah satu hal penting yang harus
didapatkan oleh tiap siswa jika jenuh saat belajar. Dengan hiburan ini,
diharapkan siswa bisa mulai semangat belajar lagi setelah menghilangkan jenuhnya.
Ketiga,
Siswa juga dapat menggunakan handphone untuk membuka wawasan dan memperluas
pergaulan mereka. Mereka dapat berteman dengan siapa saja dari mana saja
melalui sosial media yang ada di handphone.
Keempat,
Mempermudah para siswa dalam mengerjakan tugas dengan adanya aplikasi
browsing menggunakan internet di handphone.
Kelima,
Mengetahui perkembangan teknologi. Namun pada kenyataanya para siswa malah
menyalahgunakan handphone tersebut sehingga akan berpengaruh negatif pada
dirinya sehingga membuat siswa jadi malas karena kurangnya minat belajar siswa.
Beberapa
pengaruh negatif handphone diantaranya seperti:
1.
Mengganggu Perkembangan Anak
Dengan canggihnya fitur-fitur yang
tersedia di handphone (HP) seperti permainan (games) yang akan membuat siswa
kecanduan permainan yang ada di dalam handphone sehingga membuat siswa
kehabisan waktu dan energi untuk belajar. Akibatnya prestasi siswa pun menurun.
Tidak jarang mereka juga disibukkan
dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga
mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan HP untuk mencontek
(curang) dalam ulangan. Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran dan
sebagainya. Maka kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan
akan menjadi budak teknologi.
2.
Efek radiasi
Penggunaan Handphone juga berakibat
buruk terhadap kesehatan, ada baiknya siswa lebih hati-hati dan bijaksana dalam
menggunakan atau memilih Handphone, khususnya bagi pelajar dan anak-anak. Jika
memang tidak terlalu diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi
kesempatan menggunakan HP secara permanen.
3.
Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan
perilaku siswa.
Jika tidak ada kontrol dari guru dan
orang tua. Handphone bisa digunakan untuk menyebarkan gambar yang mengandung
unsur-unsur yang terlarang seperti porno dan sebagainya yang sama sekali tidak
layak dilihat seorang pelajar.
4.
Mengurangi Sifat Sosial
Siswa akan cenderung lebih suka
berhubungan lewat handphone dari pada bertemu secara langsung. Dari
sifat sosial yang berubah dapat mengkibatkan perubahan pola para siswa dalam
berinteraksi.
5.
Pemborosan
Dengan mempunyai HP, maka
pengeluaran kita akan bertambah, apalagi kalau HP hanya digunakan untuk hal-hal
yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan yang saja.
Adapun cara menanggulangi dampak negatif dari
pengaruh handphone terhadap minat belajar siswa yaitu:[12]
1.
Selalu dampingi terhadap siswa ketika mereka
sedang menggunakan handphone apalagi saat menggunakan aplikasi internet. Hal
ini untuk memastikan bahwa anak telah mengakses situs yang tepat.
2.
Beri pemahaman yang baik pada siswa tentang
pengaruh positif dan negatif bagi handphone dan bagi dirinya. Dengan
demikian, siswa sudah membekalinya dengan benteng pertahanan diri.
3.
Mengarahkan siswa untuk menjauhi hal-hal yang
menyimpang dan tidak mencoba-coba.
4.
Saling mengingatkan dan menasihati dalam
kebenaran.
Dalam
mengatasi pengaruh handphone terhadap siswa maka bagi orangtua harus melakukan
pengawasan terhadapnya agar siswa tetap semangat belajar meski mereka mempunyai
handphone yang canggih. Peranan orangtua sangat dibutuhkan disini, misalnya
dalam hal menumbuhkan kesadaran dalam setiap diri siswa dan berupaya memenuhi
kewajiban sebagai pelajar. Selain itu bisa juga menggunakan fasilitas di dalam
handphone dengan tujuan mencari informasi positif dan mengenalkan mereka metode
pembelajaran yang lebih menyenangkan dengan fitur yang berada di handphone agar
semangat belajar mereka meningkat.
Handphone
tidak selamanya selalu berdampak positif bagi siswa, tetapi justru bisa
menyebabkan prestasi para siswa menurun.[13]
Penyebabnya yaitu:
1.
Handphone digunakan siswa pada jam-jam belajar atau
kegiatan proses belajar mengajar sedang berlangsung sehingga siswa tersebut
tidak memerhatikan materi pelajaran yang diajarkan guru. Akibatnya, timbul
sikap yang apatis atau acuh tak acuh dalam menerima pelajaran sehingga pada
akhirnya berdampak pada prestasi belajar siswa tersebut.
2.
Handphone digunakan oleh siswa untuk tukar menukar
jawaban alias menyontek pada saat guru memberikan kuis tanpa ada kontrol atau
pengawasan yang ketat dari guru, yang mana hal ini juga mengakibatkan seorang
siswa menjadi malas belajar karena sudah mudah mendapatkan jawaban yang kurang
dapat dipertanggungjawaban baik secara moral maupun secara material. Dan bila
dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan pembodohan terhadap generasi penerus
bangsa yang akan dibiarkan terus-menerus maka akan mengakibatkan rusaknya
akhlak anak bangsa dan negara.
3.
Handphone digunakan untuk mengakses gambar-gambar
pornografi yang mengakibatkan degradasi moral bagi siswa-i yang kurang
bertanggung jawab akibat minimnya nilai keagamaan dalam perilaku kehidupannya
sehari-hari yang berdampak terhadap nilai-nilai tradisi di lingkungan hidupnya
yang pada akhirnya berdampak pada prestasi belajar siswa tersebut.
4.
Penggunaan HP secara terus menerus dapat
memengaruhi kesehatan seseorang. Hal ini diakibatkan karena radiasi yang
dipancarkan oleh hp dapat memengaruhi sistem metabolisme tubuh yang berakibat
penurunan aktivitas tubuh sehingga memengaruhi gairah belajar seseorang.
Itulah
beberapa penyebab dari penyalah gunaan handphone bagi prestasi belajar
siswa disekolah.
Realitas kita lihat dalam kehidupan seorang siswa pada masa
sekarang telah berubah semenjak mengenal handphone. Handphone telah
menyebabkan perkembangan anak terganggu. Dengan canggihnya fitur-fitur yang
tersedia di handphone seperti kamere, permainan, akan mengganggu siswa dalam
menerima pelajaran di sekolah. Tidak jarang dari mereka disibukkan dengan
menerima atau mengangkat panggilan, pesan singkat dari teman atau keluarga,
apalagi facebookan yang lagi “ngetren” saat ini. Bahkan lebih parah lagi
terjadi kecurangan dalam ujian, saat ujian berlangsung siswa sering
mengandalkan handphone untuk meminta atau mengirimkan jawaban lewat pesan
singkat. Oleh karena itu sering bermunculan kasus siswa yang ketahuan membawa
handphone ketika ujian berlangsung. Bukannya menjadi pintar malah menjadi bodoh
dan malas. Dan juga akan menentukan prestasinya di kelas.[14]
Fenomena tersebut sudah sangat jelas
terjadi hampir di seluruh siswa di tanah air. Seolah-olah sudah menjadi tradisi
yang tidak dapat di pisahkan dari fenomena sekarang ini. Dari segi psikologis
juga berpengaruh buruk terhadap perkembangan anak usia dini terhadap pengaruh
handphone tersebut. Keseringan memegang handphone akan menimbulkan
ketergantungan yang sangat kuat, seperti halnya perokok berat yang sulit
menghentikan kebiasaannya. Tiada hari tanpa handphone, kemanapun dan kapanpun
selalu dibutuhkan seakan-akan sudah menjadi bagian dari hidup. Kadang
menghabiskan waktu seharian mengutak-atik handphone. Kalau tidak ada handphone
rasanya dunia terasa hampa katanya. Padahal itu bukanlah barang yang teramat
penting dalam kehidupan dunia. Apabila siswa masih terus bergantung pada handphone
bagaimana masa depannya kelak, apa jadinya bangsa Indonesia ini di masa yang
akan datang. Tidak menutup kemungkinan kalau pendidikan bangsa Indonesia
menjadi rendah dan terbelakang.
Berdasarkan uraian yang penulis simpulkan maka hasil pembahasan dan analisi data dari lapangan dari bab sebelumnya, Handphone adalah perangkat keras bersifat
organisatoris, dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu,
mengumpulkan, memproses, dan saling mempertukarkan informasi dengan individu
lain. Jadi, jika terlalu berlebihan dalam menggunakan Handphone akan mempunyai
dampak yang tidak baik maka dalam hal ini pergunakanlah Handphone pada tempat
yang baik agar mendapat manfaat yang baik terutama bagi kaum pelajar. maka
barikut adalah kesimpulan yang penulis ambil:
1.
Menurut persepsi sebagian besar para mahasiswa, handphone memiliki
dampak portabilitas yaitu praktis dan dapat digunakan untuk belajar di mana
saja dan kapan.
2.
Sebagian
besar penggunaan handphone dikalangan pelajar memberikan pengaruh
terhadap aktivitas belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan
kontribusi (sumbangan) penggunaan alat komunikasi handphone terhadap
aktivitas belajar yaitu sebesar 65,28%. Hambatan aktivitas belajar siswa memang
tidak sepenuhnya disebabkan akibat penggunaan alat komunikasi handphone yang
dimiliki siswa, namun besar kemungkinan handphone tersebut memang sudah
menjadi salah satu dari faktor yang dapat mempengaruhi terhambatnya aktivitas
belajar siswa baik itu belajar di sekolah ataupun di rumah. Hal ini dibuktikan
dengan 100% siswa telah memiliki handphone maka di
samping itu adanya ketergantungan siswa pada handphone.
3.
Kemudahan akses serta jaringan dengan internet yang tersedia di android, Menurut mereka smartphone
juga memiliki dampak kolaborasi yaitu bias berbagi informasi dengan
menggunakan media sosial. Hal ini terkadang dilakukan para mahasiswa agar
mereka dapat berbagi informasi dengan lebih mudah. Dan dampak pengunaan
handphone terhadap siswa akan mempegaruhi karena Handphone sangat berpengaruh
terhadap prestasi belajar siswa-siswi SMA Negeri 2 Samalanga. Pengaruh yang
ditimbulkan ada yang positif dan ada juga yang negatif. Namun yang menentukan
pengaruh apa yang akan didapat tergntung dari siswa-siswi yang menggunakannya.
Sebagaimana yang
penulis telah ungkapkan pada bagaian awal penelitian bahwa penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pengunaan Alat Komunikasi
Handphone Terhadap Aktivitas Belajar di SMA maupun di rumah dan
untuk mengetahui seberapa besar pengaruh handphone terhadap aktivitas belajar
siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis mengajukan saran, sebagai
berikut:
1.
Dengan
dibuktikannya bahwa penggunaan alat komunikasi handphone mempunyai
pengaruh yang negatif terhadap aktivitas belajar siswa, berarti penggunaan alat
komunikasi handphone dikalangan pelajar harus mendapatkan perhatian yang
lebih dari semua pihak. Kepada orang tua agar tidak terlalu memanjakan anaknya
dengan membelikan
handphone yang berlebihan seperti handphone yang begitu
lengkap featurenya dan mahal harganya. Hal tersebut dapat mempengaruhi
perkembangan anak dan aktivitas belajar siswa. Apabila anak
sudah mempunyai handphone agar lebih diperhatikan dan dikontrol dalam
menggunakan alat komunikasi handphone tersebut.
Jangan sampai keseharian anak tersebut hanya sibuk memainkan handphone hingga
lupa akan tugas dan kewajibannya yaitu untuk
belajar. Selain itu kiranya orang tua mendampingi anakanaknya ketika belajar di
rumah karena hal tersebut sangat penting agar tercipta hubungan yang harmonis.
2.
Kepada
para guru agar lebih memperhatikan para siswa yang membawa handphone dalam
lingkungan sekolah terlebih lagi di dalam kelas jangan sampai siswa
menyalahgunakan fungsi handphone kepada fungsi negatif seperti memainkan
handphone saat pelajar berlangsung yang dapat dipastikan hal tersebut
akan mempengaruhi aktivitas belajar siswa yang dapat menyebakan tidak
berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Di samping itu untuk para
guru agar memberi peringatan keras pada siswa yang ketahuan memainkan handphone
di dalam kelas saat pelajar berlangsung. Kepada pihak
sekolah agar senatiasa memberikan arahan dan bimbingan bisa berupa sosialisasi
kepada siswa tentang pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone, itu
pengaruh positif terlebih lagi pengaruh negatif. Sebagai salah satu cara
meminimalisir penyalahgunaan alat komunikasi handphone tersebut, dan
kepada pihak sekolah agar selalu menciptakan situasi belajar yang nyaman dan
menyenangkan sehingga proses belajar dapat berjalan dengan lancar demi
terwujudnya tujuan pendidikan yang diharapkan.
3.
Handphone
memang sangat besar manfaatnya bagi kita di jaman sekarang ini. Namun jika
hanphone ini di gunakan secara berlebihan akan memberikan dampak yang tidak
baik. Jadi, sebaiknya diharapkan pada para siswa-siswi agar menggunakan
handphone dengan sebaik-baiknya sesuai dengan fungsinya. Dalam hal ini bagi
siswa seluruhnya agar dapat lebih bijaksana menyikapi kemajuan teknologi
seperti perkembangan alat komunikasi handphone dengan nmemanfaatkan
sebagaimana fungsinya, jangan sampai kemajuan teknologi tersebut mambawa dampak
negatif bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Abd. Rachman
Abror, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1993), Cet.
IV.
Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif, Jakarta:
kencana, 2007.
Hafied Cangara,
Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007, Cet.VI.
Ketut
Juliantara, “Aktivitas
Belajar”, www. Edukasi.Kompasiana.com, 25 Maret 2017.
Mestika
Zed, MetodePenelitianKepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,
2008.
Mudjia
Rahardjo, Sosiologi Perubahan Sosial, Malang : UIN-Malang Press, 2007.
Margaret
E. Bell Greadler, Belajar dan Membelajarkan (Terjemahan), Jakarta: Raja Grafinda
Persada, 1994), Cet. II, h.
Muhibbin Syah, Psikologi
Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung:
Remaja Rosda Karya, 2010), Cet. XV.
Oemar
Hamalik, Proses Belajar Mengajar, Bandung: Bumi Aksara, 2011), Cet. XI.
Sulistyo
Basuki, Dasar Teknologi Informasi, Jakarta: Universitas
Terbuka.Depdikbud, 1998), Cet. I.
Soerjono
Soekamto, Pengaruh Media Televisi Terhadap Perubahan Pola Pemikiran remaja, (Jakarta:
Rajawali. Grafindo Persada, 1985.
Yusdistira
K. Garna, Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif, Primaco Akademika, Bandung: 1999.
[3]Yusdistira K. Garna, Metode
Penelitian Pendekatan Kualitatif, (Primaco Akademika, Bandung: 1999), h. 61-62.
[4]Mestika Zed, MetodePenelitianKepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,
2008), h. 3.
[5]Mestika Zed, Metode Penelitian..., h. 3.
[7]Sulistyo
Basuki, Dasar Teknologi Informasi, (Jakarta: Universitas Terbuka.Depdikbud,
1998), Cet. 1 h. 35.
[8]Muhibbin
Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2010), Cet. XV, h. 87.
[9]Soerjono Soekamto, Pengaruh
Media Televisi Terhadap Perubahan Pola Pemikiran remaja, (Jakarta:
Rajawali. Grafindo Persada, 1985), h. 261.
[10]Margaret E. Bell Greadler, Belajar
dan Membelajarkan (Terjemahan), (Jakarta:
Raja Grafinda Persada, 1994), Cet. II, h. 1.


