Minggu, 25 September 2022

KASI

akhyfaisalsinrgy

PENGARUH PENGGUNAAN ALAT KOMUNIKASI HANDPHONE TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DI SMA NEGERI 2 SAMALANGA

 

         Faisal 

Sekolah Tinggi Ilmu Qur`an (STIQ) Darussalam Lhokseumawe

Email: faisalfais92@gmail.com

 

 

ABSTRACT

The effect of the use of mobile communication tools (HP) on learning activities and the intended influence is the negative and positive influence of the use of communication tools on high school students. Learning is a process activity and is a very basic element in every organization and level of education. In addition, learning is a process, learning is not a goal but a process to achieve goals. Often in the learning process there are obstacles to achieving the desired goals. The development of information and communication technology has been so fast that without us realizing it has affected every aspect of human life. The purpose of this study is to determine the mindset and behavior due to the influence of using cellphones and to introduce the use of cellphones to form a new identity for today's students or not. This study was conducted to determine the effect and benefits of using mobile phones on student learning activities at SMA Negeri 2 Samalanga.

 

ABSTRAK

Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (HP) terhadap aktivitas belajar dan pengaruh yang dimaksud di sini adalah pengaruh negatif dan positif dari penggunaan alat komunikasi handphone terhadap pelajar SMA. Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Di samping itu Belajar adalah suatu proses, belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan. Sering sekali dalam proses belajar tersebut terdapat hambatan untuk mencapai tujuan diinginkan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah sedemikian cepat sehingga tanpa kita sadari sudah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola pikir dan perilaku akibat pengaruh penggunaan handphone dan untuk mengidentifikasi penggunaan handphone akan membentuk indentitas baru siswa masa kini atau tidak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan manfaat terhadap pengunaan handphone terhadap aktivitas belajar siswa SMA Negeri 2 Samalanga.





PENDAHULUAN

            Handphone merupakan sebuah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar secara konvensional yang mudah dibawa dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon dengan menggunakan suatu kabel. Handphone telah menjadi peralatan komunikasi yang sangat penting dan mudah dalam mengunakannya.

Suatu titik terang yang bermula pada suatu kesederhanaan pada kehidupan manusia, telah menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan yang bernama Teknologi. Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi. Konsumsi masyarakat akan teknologi menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin canggih komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat dekat dan tanpa jarak.

            Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin maju seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi pengalihan fungsi teknologi. Contohnya pada salah satu fasilitas canggih pada masa ini yang akan dibahas yaitu mengenai telepon genggam yang lebih dikenal dengan sebutan handphone.

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai kebudayaan daerah yang seiring dengan kemajuan teknologi saat ini akan berpengaruh besar terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut masyarakat baik perkotaan maupun pedesaan. Namun sebagai negara yang berkembang dan ingin maju maka jalan satu-satunya ialah melakukan modernisasi dan pembangunan serta menghabisi tradisi.

Kemajuan teknologi seperti televisi, handphone, laptop, bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat yang hidup di perkotaan namun dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Masyarakat yang dulu begitu kental dengan kebudayaan mereka kini sedikit demi sedikit semakin hilang seperti pada masyarakat. Maka dari itu kita sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya sendiri. Rasa ingin tahu, maka diini memaksa manusia perlu berkomunikasi.

            Komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas. Sepanjang manusia ingin hidup maka ia perlu berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu banyak pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.[1]             Perkembangan dan teknologi informasi komunikasi yang canggih sudah sedemikian cepat, sehingga tanpa sadari sudah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Dewasa ini produk teknologi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan aktivitas kehidupan, seperti penggunaan televisi, telepon facsimile, celluler phone, dan internet sudah bukan menjadi hal yang aneh ataupun baru lagi, khususnya di desa atau kota-kota besar.

            Samping alat komunikasi handphone memberikan manfaat, handphone juga mempunyai aspek yang merugikan bagi kehidupan pelajar. Apabila dicermati handphone bukan lagi alat komunikasi yang dimiliki oleh orang tua dan orang dewasa saja akan tetapi handphone tersebut sudah menjelajahi di kalangan anak-anak khususnya para pelajar. Tidak jarang dijumpai para siswa membawa handphone saat pergi ke sekolah pesantren dan sering juga dijumpai siswa ngobrol dan berbincang dengan menggunakan handphone sampai bermenit-menit bahkan sampai berjam-jam, salah satu sebabnya dikarenakan biaya menelpon cukup murah yang ditawarkan oleh operator telepon dan hal tersebut bisa saja akan mengganggu aktivitas belajar siswa.

Sebagian orang tua merasa bangga, karena mempunyai anak yang tidak ketinggalan zaman. Tantangan dunia pendidikan adalah etika, etika moral seorang siswa, hal ini tercermin dari ditemukannya beberapa handphone siswa yang berisikan video porno, hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran siswa akan moral. Kini penggaruh terhadap alat komunikasi seperti handphone adalah suatu alat untuk berkomunikasi, disamping itu siswa sebagian salah mempergunakan, terkadang  handphone dapat mengganggu atau memiliki beberapa hal negatif diantaranya tempat untuk menyimpan gambar-gambar porno, atau menggunakan handphone saat tengah diadakan proses belajar yang dapat mengganggu siswa atau perhatian dan minat mereka dalam belajar menjadi berkurang di karenakan mereka lebih sibuk untuk saling berkiriman pesan, maka disini sangat terpenggaruh terhadap aktivitas pelajar.

METODE PENELITIAN

Dalam penulisan karya ilmiyah ini, penulis menggunakan penelitian secara kualitatif yaitu suatu penelitian yang melampaui berbagai tahapan berpikir kritis ilmiah, yang mana seorang peneliti berfikir secara induktif, yaitu menangkap berbagai fakta atau fenomena-fenomena sosial, melalui pengamatan dilapangan, kemudian penulis menganalisis serta melakukan teorisasi berdasarkan apa yang diamati dilapangan.[2]

            Metode yang digunakan dalam pembahasan tesis ini adalah metode deskriptif artinya data yang di analisis dan hasil analisisnya berbentuk deskripsi dan tidak berupa angka-angka. Sedangakan kualitatif instrumen atau alat penelitian itu sendiri terjun lansung kelapangan dengan penguasaan wawasan terhadap bidang yang di teleti. Dalam peneliti kualitatif,[3] segala sesuatu yang akan dicari dalam objek penelitian belum jelas dan belum pasti masalahnya, sumber data dan hasil yang diharapkan pun belum jelas.

Penelitian ini merupakan jenis riset kepustakaan (library research). Apa yang disebut dengan riset kepustakaan atau sering juga disebut studi pustaka, ialah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian.[4] Dari penjelasan dapat dipahami bahwa penelitian kepustakaan tidak hanya kegiatan membaca dan mencatat data-data yang telah dikumpulkan. Tetapi lebih dari itu, peneliti harus mampu mengolah data yang telah terkumpul dengan tahap-tahap penelitian kepustakaan.

Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, bahwa sumber data tidak melulu bisa didapat dari lapangan. Adakalanya sumber data hanya bisa didapat dari perpustakaan atau dokumen-dokumen lain dalam bentuk tulisan, baik dari jornal, buku maupun literatur yang lain. Kedua, studi kepustakaan diperlukan sebagai salah satu cara untuk memahami gejala-gejala baru yang terjadi yang belum dapat dipahami, kemudian dengan studi kepustakaan ini akan dapat dipahami gejala tersebut. Sehingga dalam mengatasi suatu gejala yang terjadi penulis dapat merumuskan konsep untuk menyelasaikan suatu permasalahan yang muncul. Alasan ketiga ialah data pustaka tetap andal untuk menjawab persoalan penelitinya.[5]

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penggaruh Alat Komunikasi

            Handphone merupakan alat komunikasi yang banyak ditemukan dalam segala aspek kehidupan dewasa ini. Banyak bergantung pada handphone sebagai alat komunikasi utama. Namun sebagai alat komunikasi, handphone mempunyai banyak hambatan seperti penelepon yang bertele-tele, gangguan jaringan, pesan yang tidak terkirim dan terjawab, dan akhirnya banyak kekecewaan. Kesalahan komunikasi yang sering terjadi menyebabkan bahwa handphone bukanlah alat yang sempurna, karena di situ banyak menilbulkan pengaruh dan efek.

            Dengan perkembangan teknologi komunikasi berkembang terlalu pesat. Negaranegara Asia, seperti Korea dan Cina telah mampu menemukan penemuan baru dalam bidang teknologi komunikasi, termasuk dengan teknologi handphone. Pada mulanya dibuat untuk memudahkan orang-orang berkomunikasi dimana saja, namun ketika masyarakat yang bergerak cepat karena dapat menggunakan teknologi komunikasi yang begitu mudah, menyebabkan masyarakat semakin jauh secara emosional. Keinginannya kembali melakukan komunikasi yang lebih berkualitas disebabkan karena mutasi manusia yang semakin luas menyebabkan masyarakat membutuhkan alat komunikasi yang handal yang menyediakan video, gambar-gambar, bahkan sekarang mampu mentransmisikan enam media, seperti teks, grafik, suara, musik, animasi dan video dimana saja dan kapan saja.

            Maka efek Handphone merupakan salah satu teknologi informasi yang berkembang pesat di lingkungan masyarakat saat ini. Teknologi HP kini telah menggunakan gelombang elektro magnetik (Gem) sebagai media transmisi data yang lebih praktis. Dalam ruang hampa, gelombang ini merambat dengan kecepatan 3 x 108 m/s. Tubuh manusia akan tersinari oleh berbagai frekuensi gelombang magnetik yang kompleks. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh radiasi elektromagnetik yang berasal dari jaringan listrik tegangan tinggi atau ekstra tinggi, peralatan elektronik di rumah, di kantor maupun industri. Termasuk telepon seluler (ponsel) maupun microwave oven, ternyata sangat potensial menimbulkan berbagai keluhan tersebut.[6]

            Hal inilah yang menyebabkan penulis merasa prihatin sehingga ikut berpartisipasi dalam sosialisasi dampak negatif radiasi HP terhadap kesehatan apalagi bagi pelajar yang mengunkannya. Partisipasi ini dilakukan dalam wujud penulisan karya tulis. Dengan penulisan karya tulis ini dapat mengungkapkan pengaruh pengunaan alat komunikasi terhadap aktivitas belajar.

1.      Pengaruh Radiasi HP Terhadap Kesehatan Reproduksi

            Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich Hertz. Gelombang elektromagnetik termasuk gelombang transversal. Gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau seperti partikel. Gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya panjang gelombang dan frekuensi yang cepat. Jika dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai foton, dan masing-masing mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh hubungan Planck. Dan banyak kita jumpa pada siswa banyak mengunakan Handphone pada pemanfaatan gem dalam kehidupan sehari-hari, mereka megangap dem tersebut sangat berperan penting dalam kehidupannya. Akan tetapi ternyata gem juga memiliki pengaruh buruk, salah satu dibidang kesehatan reproduksi seperti: Sperma bisa rusak atau abnormal jika terlalu sering kita mengunakan Handphone tersebut dan selalu terpapar radiasi ponsel tersebut.[7]

            Dan lebih berpengaruh lagi bagi wanita yang menggunakan HP ketika hamil memiliki kecenderungan bakal melahirkan anak-anak dengan masalah tingkah lakunya. Wanita hamil yang memakai HP yang meskipun hanya 2 atau 3 kali dalam sehari, cukup untuk menimbulkan resiko bayi mereka terkena penyakit hiperaktif dan bisa mengalami kesulitan dalam pemahaman/proses belajar, emosi dan sosialisasi anak pada saat sekolah.[8]

2.      Sasaran yang perlu menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh HP

            Sasaran yang perlu menjaga kesehatan reproduksi dari pengaruh radiasi Handphone adalah seluruh lapisan masyarakat mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, orangtua, sampai lanjut usia. Karena radiasi Hp akan mempengaruhi dampak negatif kepada siapa saja khusnya bayi sampai anak-anak bahkan remaja juga perlu menkondisikannya.[9]

            Maka dengan itu menjauhkan HP dari anak-anak karena otak mereka yang masih muda sangat sensitive terhadap radiasi Handphone jika terkena cukup lama. Terlebih lagi bayi jauh lebih sensitive lagi bahkan beberapa tidak bisa menahan. Departemen kesehatan masyarakat Toronto telah menasehatkan para remaja dan anak-anak keciluntuk membatasi penggunaan ponsel mereka, dalam rangka menghindari resiko kesehatan yang cukup potensial. Ini merupakan ebijakan yang pertama di Kanada.[10] Para penjabat sudah memperingatkan bahwa oleh karena adanya efek samping dari radiasi frekuensi radio, anak-anak di bawah umur delepan tahun seharusnya menggunakan telepon selular hanya dalam keadaan darurat, dan para remaja perlu membatasi panggilan untuk kurang dari 10 menit.

3.      Perlunya Menjaga Kesehatan Reproduksi Dari Pengaruh Radiasi HP

            Sungguh tragis mendapati bahwa handphone (HP) yang setiap hari dipakai masyarakat untuk kebutuhannya ternyata memiliki radiasi yang cukup mematikan dalam jangka panjang jika kita tidak berhati-hati menggunakannya. Yang juga mengejutkan adalah radiasi HP ternyata juga bisa dipakai untuk mematangkan sebutir telur seperti microwave.

            Maka di bawah ini untuk membuktikannya, dibutuhkan :

a.       butir telur dan 2 HP.

b.      65 menit percakapan dari 1 HP ke yang lainnya.

c.       Dimulai panggilan antara kedua HP selama kurang lebih 65 menit.

d.      15 menit pertama tidak terjadi apa-apa.

e.       Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit, telur sudah panas dan setelah 65 menit telur matang.

            Jika radiasi gelombang mikro yang dipancarkan oleh kedua HP mampu memodifikasi protein dalam telur itu. Maka banyak yang terjadi dengan protein dalam otak manusi ketika saling bicara melalui HP.

 

Pengaruh Handphone Terhadap Aktivitas Belajar

            Mengapa di dalam belajar diperlukan aktivitas hal tersebut dikarenakan prinsip dari belajar itu sendiri adalah berbuat. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas, mungkin itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip yang sangat penting di dalam interaksi belajar-mengajar. Di antara ciri-ciri kegiatan yaitu:

            Pertama, belajar adalah aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar, baik aktual maupun potensial.

            Kedua, perubahan itu pada dasarnya adalah didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama.

            Ketiga, Perbuatan itu terjadi karena adanya usaha (dengan sengaja), seperti mengunkan handphone dalam aktivitas belajar. Maka perubahan terhadap tingkah laku yang aktual atau potensial, yang berarti perubahan tingkah laku siswa yang terjadi perubahan pesat dalam hasil belajar disebabkan oleh teknologi moderen.

            Handphone sangat berpengaruh pada semangat belajar siswa, dengan ada handphone di kalangan pelajar maka ia tidak lagi pokus pada pelajaran. Awalnya siswa diberikan handphone oleh orangtuanya dengan harapan akan berdampak positif seperti:[11]

            Pertama, Handphone sebagai media teknologi komunikasi siswa, mempermudah proses komunikasi antar sesama, baik dengan teman, guru, orangtua, dan keluarga. Jarak dan waktu bukan lagi penghalang.

            Kedua, Handphone sebagai sarana hiburan menyajikan berbagai hiburan untuk siapapun, kapanpun, dimanapun. Hiburan-hiburan ini ada bermacam-macam, antara lain game dan aplikasi-aplikasi menarik yang bersifat menghibur. Berbagai program hiburan ini diadakan mengingat hiburan adalah salah satu hal penting yang harus didapatkan oleh tiap siswa jika jenuh saat belajar. Dengan hiburan ini, diharapkan siswa bisa mulai semangat belajar lagi setelah menghilangkan jenuhnya.

            Ketiga, Siswa juga dapat menggunakan handphone untuk membuka wawasan dan memperluas pergaulan mereka. Mereka dapat berteman dengan siapa saja dari mana saja melalui sosial media yang ada di handphone.

            Keempat, Mempermudah para siswa dalam mengerjakan tugas dengan adanya aplikasi browsing menggunakan internet di handphone.

            Kelima, Mengetahui perkembangan teknologi. Namun pada kenyataanya para siswa malah menyalahgunakan handphone tersebut sehingga akan berpengaruh negatif pada dirinya sehingga membuat siswa jadi malas karena kurangnya minat belajar siswa.

            Beberapa pengaruh negatif handphone diantaranya seperti:

1.      Mengganggu Perkembangan Anak

            Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di handphone (HP) seperti permainan (games) yang akan membuat siswa kecanduan permainan yang ada di dalam handphone sehingga membuat siswa kehabisan waktu dan energi untuk belajar. Akibatnya prestasi siswa pun menurun.

            Tidak jarang mereka juga disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan HP untuk mencontek (curang) dalam ulangan. Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Maka kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi.

2.      Efek radiasi

            Penggunaan Handphone juga berakibat buruk terhadap kesehatan, ada baiknya siswa lebih hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan atau memilih Handphone, khususnya bagi pelajar dan anak-anak. Jika memang tidak terlalu diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi kesempatan menggunakan HP secara permanen.

3.      Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa.

            Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. Handphone bisa digunakan untuk menyebarkan gambar yang mengandung unsur-unsur yang terlarang seperti porno dan sebagainya yang sama sekali tidak layak dilihat seorang pelajar.

4.      Mengurangi Sifat Sosial

            Siswa akan cenderung lebih suka berhubungan lewat handphone dari pada bertemu secara langsung. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengkibatkan perubahan pola para siswa dalam berinteraksi.

5.      Pemborosan

            Dengan mempunyai HP, maka pengeluaran kita akan bertambah, apalagi kalau HP hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan yang saja.

            Adapun cara menanggulangi dampak negatif dari pengaruh handphone terhadap minat belajar siswa yaitu:[12]

1.      Selalu dampingi terhadap siswa ketika mereka sedang menggunakan handphone apalagi saat menggunakan aplikasi internet. Hal ini untuk memastikan bahwa anak telah mengakses situs yang tepat.

2.      Beri pemahaman yang baik pada siswa tentang pengaruh positif dan negatif bagi handphone dan bagi dirinya. Dengan demikian, siswa sudah membekalinya dengan benteng pertahanan diri.

3.      Mengarahkan siswa untuk menjauhi hal-hal yang menyimpang dan tidak mencoba-coba.

4.      Saling mengingatkan dan menasihati dalam kebenaran.

            Dalam mengatasi pengaruh handphone terhadap siswa maka bagi orangtua harus melakukan pengawasan terhadapnya agar siswa tetap semangat belajar meski mereka mempunyai handphone yang canggih. Peranan orangtua sangat dibutuhkan disini, misalnya dalam hal menumbuhkan kesadaran dalam setiap diri siswa dan berupaya memenuhi kewajiban sebagai pelajar. Selain itu bisa juga menggunakan fasilitas di dalam handphone dengan tujuan mencari informasi positif dan mengenalkan mereka metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dengan fitur yang berada di handphone agar semangat belajar mereka meningkat.

 Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa

            Handphone tidak selamanya selalu berdampak positif bagi siswa, tetapi justru bisa menyebabkan prestasi para siswa menurun.[13] Penyebabnya yaitu:

1.      Handphone digunakan siswa pada jam-jam belajar atau kegiatan proses belajar mengajar sedang berlangsung sehingga siswa tersebut tidak memerhatikan materi pelajaran yang diajarkan guru. Akibatnya, timbul sikap yang apatis atau acuh tak acuh dalam menerima pelajaran sehingga pada akhirnya berdampak pada prestasi belajar siswa tersebut.

2.      Handphone digunakan oleh siswa untuk tukar menukar jawaban alias menyontek pada saat guru memberikan kuis tanpa ada kontrol atau pengawasan yang ketat dari guru, yang mana hal ini juga mengakibatkan seorang siswa menjadi malas belajar karena sudah mudah mendapatkan jawaban yang kurang dapat dipertanggungjawaban baik secara moral maupun secara material. Dan bila dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan pembodohan terhadap generasi penerus bangsa yang akan dibiarkan terus-menerus maka akan  mengakibatkan rusaknya akhlak anak bangsa dan negara.

3.      Handphone digunakan untuk mengakses gambar-gambar pornografi yang mengakibatkan degradasi moral bagi siswa-i yang kurang bertanggung jawab akibat minimnya nilai keagamaan dalam perilaku kehidupannya sehari-hari yang berdampak terhadap nilai-nilai tradisi di lingkungan hidupnya yang pada akhirnya berdampak pada prestasi belajar siswa tersebut.

4.      Penggunaan HP secara terus menerus dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Hal ini diakibatkan karena radiasi yang dipancarkan oleh hp dapat memengaruhi sistem metabolisme tubuh yang berakibat penurunan aktivitas tubuh sehingga memengaruhi gairah belajar seseorang.

            Itulah beberapa penyebab dari penyalah gunaan handphone bagi prestasi belajar siswa disekolah.

 Pengaruh Buruk Terhadap Penggunaan Handphone Bagi Siswa

                Realitas kita lihat dalam kehidupan seorang siswa pada masa sekarang telah berubah semenjak mengenal handphone. Handphone telah menyebabkan perkembangan anak terganggu. Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di handphone seperti kamere, permainan, akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah. Tidak jarang dari mereka disibukkan dengan menerima atau mengangkat panggilan, pesan singkat dari teman atau keluarga, apalagi facebookan yang lagi “ngetren” saat ini. Bahkan lebih parah lagi terjadi kecurangan dalam ujian, saat ujian berlangsung siswa sering mengandalkan handphone untuk meminta atau mengirimkan jawaban lewat pesan singkat. Oleh karena itu sering bermunculan kasus siswa yang ketahuan membawa handphone ketika ujian berlangsung. Bukannya menjadi pintar malah menjadi bodoh dan malas. Dan juga akan menentukan prestasinya di kelas.[14]

            Fenomena tersebut sudah sangat jelas terjadi hampir di seluruh siswa di tanah air. Seolah-olah sudah menjadi tradisi yang tidak dapat di pisahkan dari fenomena sekarang ini. Dari segi psikologis juga berpengaruh buruk terhadap perkembangan anak usia dini terhadap pengaruh handphone tersebut. Keseringan memegang handphone akan menimbulkan ketergantungan yang sangat kuat, seperti halnya perokok berat yang sulit menghentikan kebiasaannya. Tiada hari tanpa handphone, kemanapun dan kapanpun selalu dibutuhkan seakan-akan sudah menjadi bagian dari hidup. Kadang menghabiskan waktu seharian mengutak-atik handphone. Kalau tidak ada handphone rasanya dunia terasa hampa katanya. Padahal itu bukanlah barang yang teramat penting dalam kehidupan dunia. Apabila siswa masih terus bergantung pada handphone bagaimana masa depannya kelak, apa jadinya bangsa Indonesia ini di masa yang akan datang. Tidak menutup kemungkinan kalau pendidikan bangsa Indonesia menjadi rendah dan terbelakang.

 PENUTUP

Berdasarkan uraian yang penulis simpulkan maka hasil pembahasan dan analisi data dari lapangan dari bab sebelumnya, Handphone adalah perangkat keras bersifat organisatoris, dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu, mengumpulkan, memproses, dan saling mempertukarkan informasi dengan individu lain. Jadi, jika terlalu berlebihan dalam menggunakan Handphone akan mempunyai dampak yang tidak baik maka dalam hal ini pergunakanlah Handphone pada tempat yang baik agar mendapat manfaat yang baik terutama bagi kaum pelajar. maka barikut adalah kesimpulan yang penulis ambil:

1.      Menurut persepsi sebagian besar para mahasiswa, handphone memiliki dampak portabilitas yaitu praktis dan dapat digunakan untuk belajar di mana saja dan kapan.

2.      Sebagian besar penggunaan handphone dikalangan pelajar memberikan pengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan kontribusi (sumbangan) penggunaan alat komunikasi handphone terhadap aktivitas belajar yaitu sebesar 65,28%. Hambatan aktivitas belajar siswa memang tidak sepenuhnya disebabkan akibat penggunaan alat komunikasi handphone yang dimiliki siswa, namun besar kemungkinan handphone tersebut memang sudah menjadi salah satu dari faktor yang dapat mempengaruhi terhambatnya aktivitas belajar siswa baik itu belajar di sekolah ataupun di rumah. Hal ini dibuktikan dengan 100% siswa telah memiliki handphone maka di samping itu adanya ketergantungan siswa pada handphone.

3.      Kemudahan akses serta jaringan dengan internet yang tersedia di android, Menurut mereka smartphone juga memiliki dampak kolaborasi yaitu bias berbagi informasi dengan menggunakan media sosial. Hal ini terkadang dilakukan para mahasiswa agar mereka dapat berbagi informasi dengan lebih mudah. Dan dampak pengunaan handphone terhadap siswa akan mempegaruhi karena Handphone sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa-siswi SMA Negeri 2 Samalanga. Pengaruh yang ditimbulkan ada yang positif dan ada juga yang negatif. Namun yang menentukan pengaruh apa yang akan didapat tergntung dari siswa-siswi yang menggunakannya.

 Saran

            Sebagaimana yang penulis telah ungkapkan pada bagaian awal penelitian bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pengunaan Alat Komunikasi Handphone Terhadap Aktivitas Belajar di SMA maupun di rumah dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh handphone terhadap aktivitas belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis mengajukan saran, sebagai berikut:

1.      Dengan dibuktikannya bahwa penggunaan alat komunikasi handphone mempunyai pengaruh yang negatif terhadap aktivitas belajar siswa, berarti penggunaan alat komunikasi handphone dikalangan pelajar harus mendapatkan perhatian yang lebih dari semua pihak. Kepada orang tua agar tidak terlalu memanjakan anaknya dengan membelikan handphone yang berlebihan seperti handphone yang begitu lengkap featurenya dan mahal harganya. Hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan anak dan aktivitas belajar siswa. Apabila anak sudah mempunyai handphone agar lebih diperhatikan dan dikontrol dalam menggunakan alat komunikasi handphone tersebut. Jangan sampai keseharian anak tersebut hanya sibuk memainkan handphone hingga lupa akan tugas dan kewajibannya yaitu untuk belajar. Selain itu kiranya orang tua mendampingi anakanaknya ketika belajar di rumah karena hal tersebut sangat penting agar tercipta hubungan yang harmonis.

2.      Kepada para guru agar lebih memperhatikan para siswa yang membawa handphone dalam lingkungan sekolah terlebih lagi di dalam kelas jangan sampai siswa menyalahgunakan fungsi handphone kepada fungsi negatif seperti memainkan handphone saat pelajar berlangsung yang dapat dipastikan hal tersebut akan mempengaruhi aktivitas belajar siswa yang dapat menyebakan tidak berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Di samping itu untuk para guru agar memberi peringatan keras pada siswa yang ketahuan memainkan handphone di dalam kelas saat pelajar berlangsung. Kepada pihak sekolah agar senatiasa memberikan arahan dan bimbingan bisa berupa sosialisasi kepada siswa tentang pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone, itu pengaruh positif terlebih lagi pengaruh negatif. Sebagai salah satu cara meminimalisir penyalahgunaan alat komunikasi handphone tersebut, dan kepada pihak sekolah agar selalu menciptakan situasi belajar yang nyaman dan menyenangkan sehingga proses belajar dapat berjalan dengan lancar demi terwujudnya tujuan pendidikan yang diharapkan.

3.      Handphone memang sangat besar manfaatnya bagi kita di jaman sekarang ini. Namun jika hanphone ini di gunakan secara berlebihan akan memberikan dampak yang tidak baik. Jadi, sebaiknya diharapkan pada para siswa-siswi agar menggunakan handphone dengan sebaik-baiknya sesuai dengan fungsinya. Dalam hal ini bagi siswa seluruhnya agar dapat lebih bijaksana menyikapi kemajuan teknologi seperti perkembangan alat komunikasi handphone dengan nmemanfaatkan sebagaimana fungsinya, jangan sampai kemajuan teknologi tersebut mambawa dampak negatif bagi kita semua.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abd. Rachman Abror, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1993),     Cet.  IV.

 

Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif, Jakarta: kencana, 2007.

 

Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007,          Cet.VI.

 

Ketut Juliantara, Aktivitas Belajar”, www. Edukasi.Kompasiana.com, 25 Maret 2017.

 

Mestika Zed, MetodePenelitianKepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.

 

Mudjia Rahardjo, Sosiologi Perubahan Sosial, Malang : UIN-Malang Press, 2007.

 

Margaret E. Bell Greadler, Belajar dan Membelajarkan (Terjemahan), Jakarta:  Raja           Grafinda Persada, 1994), Cet. II, h.

 

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung:  Remaja Rosda Karya, 2010), Cet. XV.

 

Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, Bandung: Bumi Aksara, 2011), Cet. XI.

 

Sulistyo Basuki, Dasar Teknologi Informasi, Jakarta: Universitas Terbuka.Depdikbud,       1998), Cet. I.

 

Soerjono Soekamto, Pengaruh Media Televisi Terhadap Perubahan Pola Pemikiran          remaja, (Jakarta: Rajawali. Grafindo Persada, 1985.

 

Yusdistira K. Garna, Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif, Primaco Akademika,           Bandung: 1999.

 

 



                [1]Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007), Cet.VI.  h.1.

                [2]Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif, (Jakarta: kencana, 2007). h. 6.

                [3]Yusdistira K. Garna, Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif, (Primaco Akademika, Bandung: 1999), h. 61-62.

 

[4]Mestika Zed, MetodePenelitianKepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008), h. 3.

 

[5]Mestika Zed, Metode Penelitian..., h. 3.

                [6]2Mudjia Rahardjo, Sosiologi Perubahan Sosial, (Malang : UIN-Malang Press, 2007) , h. 59.

                [7]Sulistyo Basuki, Dasar Teknologi Informasi, (Jakarta: Universitas Terbuka.Depdikbud, 1998), Cet. 1 h. 35.

 

                [8]Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung:  Remaja Rosda Karya, 2010), Cet. XV, h. 87.

 

                [9]Soerjono Soekamto, Pengaruh Media Televisi Terhadap Perubahan Pola Pemikiran remaja, (Jakarta: Rajawali. Grafindo Persada, 1985), h. 261.

 

                [10]Margaret E. Bell Greadler, Belajar dan Membelajarkan (Terjemahan), (Jakarta:  Raja Grafinda Persada, 1994), Cet. II, h. 1.

                [11]Abd. Rachman Abror, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1993), Cet.  IV, h. 66-67.

                [12]Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Bumi Aksara, 2011), Cet. XI, h. 29.

                [13]Ketut Juliantara, Aktivitas Belajar”, www. Edukasi.Kompasiana.com, 25 Maret 2017.

                [14]Ahmad Mudzakir, Joko Sutrisno, Psikologi Pendidikan, h. 38.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda